4 Tanda Serius Anak Butuh Konsultasi dengan Psikolog Anak

Ariuh, MalangDunia anak tidak akan ada habisnya untuk dibahas, banyak sekali permasalahan-permasalahn muncul yang terkadang membuat para orangtua menjadi bingung dan panik dengan sikap dan sifat baru yang ditunjukkan si buah hati. Anak-anak sudah barang tentu akan menghadapi banyak masalah atau kendala saat mereka tumbuh dewasa. Sebagian mereka banyak yang mengalami hal-hal buruk seperti sedih, stres, dan intimidasi dari lingkungan sekitarnya yang mungkin tidak Anda sadari.
4 Tanda Serius Anak Butuh Konsultasi dengan Psikolog Anak
Image: Pixabay
Seperti dilansir dari Dream, (18/7/2017) Membiarkan anak dalam keadaan depresi dengan jangka waktu relatif lama dapat berdampak buruk bagi psikologis anak tersebut. Banyak orangtua yang menganggap sikap anak yang berubah negatif akan menghilang atau mereda dengan sendirinya seiring waktu. Tetapi yang sebenarnya adalah mereka membutuhkan perhatian dan dukungan yang serius. Selain memberikan dukungan berupa perhatian lebih, konsultasi psikologi anak kepada ahlinya merupakan jalan terbaik yang bisa orangtua ambil.

Membawa si buah hati pada psikolog atau terapis khusus bisa jadi pilihan tepat jika orang tua tidak bisa menanggulanginya. Mengapa? Karena membiarkan anak dalam keadaan depresi, stress dan lain sebagainya akan memperburuk kondisi psikisnya. Maka dari itu, berikut 4 tanda psikis anak membutuhkan konsultasi dengan psikolog anak:

1. Sering melamun
Apabila lebih banyak berdiam diri dan juga tatapannya kosong, maka hal tersebut  patut diwaspada. Atau buah hati Anda melakukan sesuatu yang menyakiti dirinya sendiri seperti menendang tembok, membenturkan kepala, atau perilaku kasar lainnya yang sebelumnya tidak pernah ia lakukan. Keadaan tersebut sebaiknya segera Anda konsultasikan jangan dibiarkan begitu saja.

2. Kesulitan bersosialisasi 
Kesulitan bersosialisasi biasanya terdapat pada anak yang mengalami masalah pada emosinya, apalagi beradaptasi dengan lingkungan baru. Ketika kondisi ini ada pada buah hati Anda segera untuk dikonsultasika. Jangan sampai berlarut-larut dama masalahnya, apalagi mulai muncul banyak keluhan dari orang terkait sikap si buah hati dan Anda kesulitan untuk mengatasinya. Biasanya psikolog akan membantu dalam menganalisis masalah yang dihadapi buah hati Anda dan Anda pun akan dipandu untuk bagaimana bersikap dan memberikan perhatian lanjutan saat menghadapi anak.

3. Menjauhkan diri dari pertemanan
Biasanya seorang anak pernah mengalami dikucilkan dari teman-temannya, terkadang masalah tersebut membuat mereka sangat stres. Sehingga mengisolasi diri dari teman-temannya lebih sering dilakukan. Jika buah hati Anda mulai mengurung diri selama beberapa hari atau bahkan berminggu-minggu dari Anda serta teman-temannya, kemungkinan besar ia dalam kondisi yang sangat terpuruk. Bisa jadi ia pernah mengalami bullying. Maka segera konsultasikan dengan psikolog anak.

4. Tidak mau makan dan sulit tidur
Jika buah hati Anda tiba-tiba kehilangan nafsu makan dan juga sering terbangun tengah malam, maka bisa dipastikan anak Anda sedang dilanda kecemasan atau bahkan mempunyai masalah yang malu untuk disampaikan yang akhirnya ia pendam sendiri. Dalam keadaan seperti ini cobalah Anda dekati dan memberikan perhatian khusus yang si buah hati mencurahkan unek-uneknya dengan leluasa. Jika Anda tidak mengatasi, langsung saja bawa ke psikolog anak. Saya rasa mendiamkannya bukan sikap dan jalan yang tepat.

Itulah 4 tanda anak butuh konsultasi dengan psikolog anak yang harus para orangtua ketahui. Karena jika terlambat mengenali, maka resiko yang lebih buruk menunggu anak Anda. Dengan konsultasi psikologi anak kepada ahlinya merupakan solusi tepat. 

Salam 
Munadi Syarif

===============================| Rules Comment |==========================

[+] Tidak boleh berkomentar yang berbau Porn/Spam/Sara/menjatuhkan.
[+] Komentar yang beranonim tidak kami respon.
[+] Tidak Boleh ribut/bertengkar dalam berkomentar.
[+] Tidak boleh menaruh link hidup.


NB : Jika Melanggar, akan saya hapus komentar Anda.
Sekian, Terima Kasih*

=======================================================================
EmoticonEmoticon